Lion Air JT 610 Kembali Memakan Korban

Kabar duka kembali seakan tidak ada habisnya seperti yang kita ketahui para korban pesawat jatuk Lion Air Jt 610 belum di temukan akan tetapi kembali kita terima berita duka bahwa salah satu tim Sar gabungan yaitu salah satu penyelam handal Sar Syachrul Anto. Berusia 48 tahun tidak membuat nya ragu dalam operasi gabungan dalam mencari jejak sang Lion Air namun takdir berkata lain. Pada saat itu sang penyelam sedang dalam proses penyelaman bersama rekan nya untuk mencari para korban dan bangkai pesawat Lion Air di dasar laut. Dalam kutipan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi mengatakan bahwa pada proses pencarian para rekannya tidak melihat sang penyelam ikut naik ke permukaan. Setelah menyadari ketidak adaan beliau para rekan mencari dan menemukan Syachrul dalam keadaan pingsan atau tidak sadarkan diri. Kemudian pria berumur 48 tahun itu di tangani oleh dokter setempat sebelum di bawa ke rumah sakit umum Daerah Koja. Namun Tuhan bertidak lebih cepat. Suami dari  Lian Kurniawati dinyatakan meninggal di rumah sakit tersebut. sang istri Lian Kurniawati terlihat menyadari adanya hal yang janggal bahwa sang suami meniriminya pesan kepadanya sebelum ikut serta dalam tim penyelaman pencarian korban Lion Air tersebut. Isi pesan elektronik yang seakan petanda bahwa semua yang telah di takdirkan tidak akan lepas dari sang pencipta.

Sang Pramugari Lioan Air Jt 610

Enam dari pramugari Lion Air Jt 610 yang jatuh pada 29 oktober 2018 yaitu salah satunya Alfiani Hidayatul Solikah. sebelum lepas landas ia menyempatkan dirinya untuk berpamitan kepada sang bunda untuk terbang ke balikpapan, Kalimantan Timur. Pada malam harinya sang pramugari menelepon ibundanya Sukartini, jika ia akan terbang ke Balikpapan tanpa memikirkan adanya hal buruk yang menimpanya. jika melihat kembali interaksi terakhir dengan sang putri pada minggu malamnya  sehari sebelum kecelakaan . ia tidak mengetahui jika jadwal tugas sang putri yang merupakan anak tunggal dipindahkan ke Pangkal pinang, Bangka Belitung . Hingga mendengar ada nya kabar pesawat yang jatuh di  Peairan Tanjung Karawang. Temu jumpa dengan sang putri terjadi pada Agustus 2018 lalu. Sang bunda pun mempunyai harapan tinggi dan mukjizat agar segerah diketemukan sang putri.

jika di lihat lagi dari sepak terjang sang pramugari di penerbangan bahwa korban merupakan lulusan 2017. Dan para tetangga san keluarga terus berdatangan ke kediaman korban termasuk bapak bupati Madium AHmad Dawami yang datang untuk memberikan doa dan dukungan. Alfiani Hidayatul Solikah merupakan anak semata wayang dari pasangan Slamet dan Sukarti. Setelah menempuh pendidikan SMA nya di SMA Negeri 1 Dolopo, Korban melanjutkan sekolah pramugari di Yogyakarta. Informasi dari keluraga setelah kukus pada tahun 2017 beliau langsung di terima kerja sebagai pramugari Lion Air sejak beberapa bulan terakhir.